1. Cari Tahu Penyebabnya.
Penting untuk dipahami Bunda, bahwa untuk membuat anak kurus
menjadi gemuk, sangat tergantung penyebabnya. Bila lantaran penyakit, ya, harus
disembuhkan dulu penyakitnya. Umumnya setelah sembuh dari penyakit, nafsu
makannya akan membaik sehingga ia tak sulit makan. Selain itu berilah nutrisi
yang baik agar berat badannya bertambah.
2. Berikan Anak Asupan Gizi Seimbang
Bila anak kurus bukan lantaran penyakit, maka untuk membuatnya
menjadi gemuk dilakukan dengan menganalisis diet makannya. Tentu dengan menu
gizi seimbang. Apakah asupan makannya sehari-hari sudah memenuhi kebutuhan
sesuai umur dan aktivitasnya. Jika anaknya termasuk aktif, dengan sendirinya
maka asupan makanannya harus lebih banyak secara kuantitas. Bila berat badannya
tak kunjung naik berarti asupannya tak memenuhi kebutuhannya.
3. Atur Jadwal Makan Anak
Dalam hal jadwal makan harus diperhatikan waktunya. Ingat, perut
anak kosong setiap 3-4 jam. Karena itu biasanya pemberian makan sekitar 7 kali
sehari yang terdiri 3 kali makanan padat dan selebihnya nutrisi tambahan untuk
anak usia 1 tahun ke atas. Jadi jangan mentang-mentang mau anak gemuk lalu
dipaksa makan setiap jam, padahal belum waktunya makan.
Cara pemberian makan juga penting, anak tak boleh dipaksa .
Misal, pada anak periode 6-9 bulan, periode kritis di mana anak belajar
mengkoordinasi otot-otot menelan dan mengunyah. Sehingga bila diperkenalkan
makanan padat, pada umur-umur sekian kadang dilepeh/dimuntahkan kembali. Nah,
orang tua sering menginterpretasikan bahwa si anak tak mau makan atau tak
senang makanannya. Padahal sebetulnya belum terampil. Karena orang tua cemas,
buru-buru diberikan makanan yang cair-cair saja. Lama-lama jadi kebiasaan.
4. Berikan Nutrisi Pendamping Terutama Protein Albumin
Selain itu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh balita agar ia
dapat tumbuh sehat dan kuat. Salah satunya adalah protein albumin. Protein
albumin adalah nutrisi yang sangat penting yang dibutuhkan setiap sel dalam
tubuh anak untuk pertumbuhan atau perbaikan. Kadar albumin normal di dalam
tubuh antara 3,5-4,5 g/dl. Kadar albumin yang kurang dari 2,2 g/dl menunjukkan
masalah pada tubuh.
Umumnya masalah gizi yang diderita anak-anak bukan hanya
disebabkan oleh asupan yang kurang, tetapi juga karena zat gizi yang berhasil
dibawa oleh darah sangat sedikit, sehingga tidak bisa memberi gizi pada sel.
Kasus seperti ini sering ditemukan pada anak-anak yang mempunyai kebiasaan
makan banyak dan cukup bergizi, tetapi pertumbuhannya sangat lambat.


0 komentar:
Posting Komentar