Selasa, 12 September 2017

Olahraga vs diet yang lebih efektif menurunkan berat badan?

Olahraga vs diet yang lebih efektif menurunkan berat badan? - Sejumlah penelitian dan ahli gizi telah banyak berdebat selama beberapa tahun terakhir dalam menemukan cara terbaik untuk mengendalikan berat badan dan obesitas. Baik olahraga dan diet bisa menurunkan berat badan, dan keduanya memiliki tantangan hidup yang sama, mereka mengatur metabolisme makanan dan melawan keinginan untuk makan lebih banyak. Tapi keduanya memiliki mekanisme dan dampak yang berbeda pada tubuh.


Bagaimana Latihan Bisa Menurunkan Berat Badan?


Bobot berlebih didefinisikan sebagai penyimpanan lemak berlebih di tubuh dan tidak sesuai dengan rasio tinggi, sehingga tubuh terlihat gemuk atau dikenal dengan obesitas. Namun perlu diingat bahwa berat badan dan bentuk tubuh juga ditentukan oleh proporsi lemak dan otot dalam tubuh. Diketahui bahwa baik olahraga maupun diet mempengaruhi proporsi lemak dan otot dalam tubuh.


Dengan olahraga, tubuh akan membakar lemak dan merangsang pertumbuhan otot, sehingga tubuh akan memiliki proporsi otot yang lebih banyak. Tapi angka pada skala berat badan Anda tidak akan jauh berbeda dari sebelumnya karena lemak memiliki massa lebih kecil daripada otot. Hasilnya, dengan olahraga akan menurunkan massa lemak, namun diikuti oleh peningkatan massa otot. Efeknya tetap akan terlihat dalam bentuk tubuh yang lebih tipis, karena ototnya memakan ruang lebih sedikit daripada lemak.


Bagaimana diet bisa menurunkan berat badan?


Dengan diet, alias diet terbentuk, yang terpenting adalah mengurangi asupan kalori harian. Jika dilakukan secara konsisten, tubuh akan menyesuaikan kebutuhan kalori dengan energi yang dihasilkan oleh metabolisme. Hasilnya, dengan asupan kalori kurang, tubuh akan menyimpan toko makanan di jaringan lemak kurang, yang akan memudahkan penurunan berat badan.


Mengapa Latihan Masih Tidak Bisa Menurunkan Berat Badan


Tubuh memiliki mekanisme tersendiri untuk mengatur kebutuhan energi dengan membentuk lapisan lemak. Olahraga dan diet juga akan mempengaruhi metabolisme kalori dan mengurangi pembentukan jaringan lemak, namun penurunan berat badan tetap membutuhkan waktu. Selain itu, ada mekanisme lain yang menyebabkan usaha olah raga dan diet tidak efektif.

Berolahraga untuk menurunkan berat badan sangat lambat dan efeknya pada penurunan berat badan sangat mudah hilang. Ini karena dengan olahraga teratur, tubuh akan membakar lebih banyak kalori dan tubuh menyimpan lebih sedikit kalori. Dengan kebiasaan berolahraga, Anda cenderung mengkonsumsi kalori yang memiliki jumlah kebutuhan tubuh berlebih, dan ini akan menyebabkan kelebihan kalori tubuh untuk disimpan dalam bentuk lemak dengan sangat cepat. Akibatnya, penambahan berat badan lagi tanpa mantap. Hal ini menunjukkan bahwa pembatasan diet juga penting selain olahraga, menurunkan berat badan.


Jadi mana yang lebih efektif? Olahraga atau diet?


Dibanding olahraga, menyesuaikan diet alias diet adalah cara yang lebih cepat. Hal ini karena lebih mudah mengurangi jumlah kalori dibanding tubuh dengan membatasi kalori harian, yang membakar kalori melalui olahraga. Namun, bagi sebagian orang, hanya untuk mengurangi pola makan saja mungkin akan memakan waktu lama, jadi diet dan olahraga akan diirngi dengan cara yang lebih tepat.

Nutrisi Biokimia Shawn M. Talbott, PhD, seperti dilansir Huffington Post, mengatakan bahwa penurunan berat badan memerlukan 75% untuk mengatur diet (diet) dan 25% berolahraga. Ia juga percaya bahwa berolahraga berlebihan, namun makanannya masih buruk, tidak akan mengakibatkan penurunan berat badan yang signifikan.

0 komentar:

Posting Komentar